Jumat, 22 Mei 2015

Ucapan doa jazakallah khairan apakah dibalas dengan waiyyak waiyyakum atau yang lain?



Sering kita mendengar bila seseorang diberi ucapan jazakallah khairan yang (artinya semoga Allah membalasimu dengan kebaikan) dia membalas dengan ucapan waiyyaka atau waiyyakum. Apakah ucapan balasan ini disyariatkan?
------------------------------ 
Berikut ini kami bawakan fatwa Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullah. Ada dua fatwa dari beliau, satu fatwa berisi pembolehan dan fatwa yang lain menyatakan bahwa itu tak ada dalilnya dan beliau memberikan bimbingan ucapan yang lebih utama dari waiyyakum.
Kemudian diakhiri dengan sebuah riwayat yang shahih tentang ucapan balasan kepada orang yang mengucapkan jazakumullah khairan yang warid dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

Fatwa Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr hafizhahullah:
S1: Apa hukum seorang mengucapkan waiyyak kepada orang yang mengatakan kepadanya jazakallah khairan?
J1: “Ini tidak mengapa. Ucapan dia waiyyak, maknanya: wa anta jazakallah khairan Dan engkau semoga Allah membalasmu dengan kebaikan). Ini adalah ucapan yang baik tidak mengapa.” (Dari Maktabah Syamilah Transkrip Syarh Sunan Abi Dawud bersama Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad)

Melihat dari amaliah ulama sebagai contoh, dalam sebuah tanya jawab Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin tentang masalah Umrah ketika penanya mengatakan jazakallah khairan, beliau menjawab waiyyak (Maktabah Syamilah Durus Syaikh Utsaimin). Tetapi dalam banyak kesempatan yang lain ketika penanya mengucapkan jazakumullah khairan, beliau tidak membalasnya.

Dalam fatwa yang lain Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad:
S2: Apakah ada dalilnya untuk membalas dengan ucapan waiyyakum, yaitu balasan atas orang yang mendoakan bagimu: jazakallah khairan. Apakah dibalas dengan waiyyaka (وإياك) atau waiyyakum (وإياكم)? Apakah ada dalilnya?
J2: “Tidak-tidak ada dalilnya…
Namun hendaknya dia mengatakan: wajazakumullah khairan, dia didoakan sebagaimana dia mendoakan.

Meskipun jika dia mengatakan waiyyakum -misalnya- athaf (mengikuti) ucapan jazakum, maksudnya: sebagaimana kami memperoleh kebaikan semoga juga kalian memperolehnya.
Namun jika dia mengucapkan: antum jazakumullah khairan, dan dia mengucapkan doa tersebut secara nash, tidak diragukan lebih jelas dan lebih utama.” Selesai nukilan dari beliau.

Kemudian telah warid dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau diberi ucapan doa jazakallah khairan atau jazakallah athyabal jaza’, beliau membalas dengan ucapan wa anta jazakumullah khairan atau jazakumullah khairan athyabal jaza.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu ia berkata:
Usaid bin Al Hudhair An Naqib Al Asyhali datang kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, maka ia menceritakan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tentang sebuah keluarga dari Bani Zhafar yang kebanyakannya adalah wanita, maka Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam membagi kepada mereka sesuatu, membaginya di antara mereka. Lalu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata:
“Engkau meninggalkan kami wahai Usaid, sampai habis yang ada pada kami. Jika engkau mendengar makanan mendatangiku, maka datanglah kepadaku dan ingatkan padaku tentang keluarga itu atau ingatkan padaku hal itu.”

Maka setelah beberapa saat, datang kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam makanan dari Khaibar berupa gandum dan kurma, maka Nabi shallallahu alaihi wa sallam membaginya kepada manusia. Ia berkata: kemudian beliau membaginya kepada kaum Anshar lalu memperbanyak. Lalu ia berkata: kemudian beliau membaginya kepada keluarga tersebut lalu memperbanyak.
Lalu Usaid pun mengucapkan rasa syukurnya kepada Nabi:
“Jazakallahu athyabal jaza’ atau khairan.” (Semoga Allah membalasmu -yaitu kepada Rasulullah- dengan sebaik-baik balasan atau kebaikan). Perawi hadits, ragu-ragu dalam lafadznya.

Lalu ia berkata: Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam kemudian membalasnya: “Wa antum ma’syaral anshar, fa jazakumullahu khairan atau athyabal jaza’” (Dan kalian wahai sekalian kaum Anshar, semoga Alloh membalas kalian dengan kebaikan atau sebaik-baik balasan). Sesungguhnya setahuku kalian adalah orang-orang yang sangat menjaga kehormatan lagi penyabar. Kalian akan melihat sepeninggalku kesewenangan penguasa dalam masalah pembagian dan urusan. Maka bersabarlah sampai kalian menemuni aku di telaga Al-Haudh.” [Lihat Silsilah Ash Shahihah karya Syaikh Al Albani 7/257 no. 3096]

Jadi lebih utama untuk menjawab ucapan jazakumullah khairan dengan wa antum jazakumullah khairan, meskipun ada yang membolehkan untuk mengucapkan waiyyak. Namun ada sebagian ahlul ilmi yang mengatakan bid’ah, kalau seseorang setiap diberi ucapan jazakallah khairan mengharuskan dia menjawab dengan waiyyak karena tak ada dalilnya. Wallahu a’lam.
------------------- 
Sumber : http://sunnah.web.id/ucapan-doa-jazakallah-khairan-apakah-dibalas-dengan-waiyyak-waiyyakum-atau-yang-lain/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar