Selasa, 19 Mei 2015

SHOLAT SAMBIL MENGGENDONG ANAK





Dahulu Rosululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam kadang kala mengangkat cucunya, Hasan, Husain, Umamah rodhiallohu anhum ketika sedang sholat, bahkan suatu saat ketika beliau sedang sholat, beliau menggendong cucunya yang bernama Umamah binti Abil ‘Ash, sehingga ketika sedang berdiri, beliau menggendongnya, dan ketika ruku’ dan sujud, beliau menurunkannya, padahal kala itu beliau sholat mengimami para sahabatnya. Kisah ini diriwayatkan oleh Imam Al Bukhori dan Muslim dan juga lainnya. Oleh karena itu para ulama’ menegaskan bahwa boleh bagi orang yang sedang sholat untuk mengangkat, atau menggendong anak kecil.

Telah menceritakan kepada kami Abu Al Walid telah menceritakan kepada kami Al Laits telah menceritakan kepada kami Sa’id Al Maqburi telah menceritakan kepada kami ‘Amru bin Sulaim telah menceritakan kepada kami Abu Qatadah dia berkata; “Nabi s.a.w. keluar menemui kami, sementara Umamah binti Abu Al ‘Ash berada dipundak beliau, kemudian beliau mengerjakan shalat, apabila hendak ruku’ beliau meletakkannya dan apabila bangkit dari ruku beliau pun mengangkatnya kembali.” (H.R. Bukhari No. 5537)

Telah menceritakan kepadaku Abu ath-Thahir telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb dari Makhramah bin Bukair dia berkata, –Lewat jalur periwayatan lain– dan telah menceritakan kepada kami Harun bin Sa’id al-Aili telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb telah mengabarkan kepadaku Makhramah dari Bapaknya dari Amru bin Sulaim az-Zuraqi dia berkata, Saya mendengar Abu Qatadah al-Anshari berkata, “Saya melihat Rasulullah s.a.w. mengimami shalat orang-orang, sedangkan Umamah binti Abu al-‘Ash berada di atas pundaknya. Apabila beliau sujud, maka beliau meletakkannya.” (H.R. Muslim No. 846)

Telah mengabarkan kepada kami Qutaibah dia berkata; telah menceritakan kepada kami Sufyan dari ‘Utsman bin Abi Sulaiman dari ‘Amir bin ‘Abdullah bin Az Zubair dari ‘Amr bin Sulaim dari Abu Qatadah dia berkata; “Aku melihat Rasulullah s.a.w.  mengimami shalat manusia dengan menggendong Umamah binti Abu Al Ash di pundaknya. Jika ruku’ maka beliau meletakkannya dan ketika selesai dari sujud maka beliau menggendongnya kembali.” (H.R. Nasa’i No. 1190) Nashiruddin Al-Albani mengatakan hadits ini shahih

Akan tetapi ada satu hal yang perlu diingat, yaitu ketika kita hendak menggendong anak kecil dalam sholat, maka anak tersebut harus dalam keadaan suci, tidak sedang ngompol, atau bajunya dalam keadaan najis, atau mengenakan popok atau diapers yang tentunya berisikan najis. Sebab orang yang sedang sholat diperintahkan untuk meninggalkan atau melepaskan setiap yang najis dari pakaian, atau sandal atau kaus kaki atau tempat ia sholat.

Dengan demikian bila anak kita mengenakan diapers, maka kita tidak boleh menggendongnya, karena biasanya si anak telah pipis atau bahkan buang air besar di dalamnya, sehingga bila kita menggendongnya berarti kita membawa najis ketika sedang sholat, dan ini tentunya terlarang. Dahulu Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah sholat mengenakan sandal, dan ketika di tengah-tengah sholat tiba-tiba beliau melepaskan kedua sandalnya, sehingga para sahabat pun ikut-ikutan melepaskan sandalnya. Seusai sholat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bahwa ia diberi tahu oleh Malaikat Jibril bahwa di sandalnya terdapat kotoran (najis), oleh karena itu beliau melepaskan sandalnya. Kisah ini diriwayatkan oleh Ibnu Hibban, Al Baihaqi, Ad Darimi dan lain-lain. Semoga materi yang singkat ini cukup memberikan gambaran bagi kita semua. Wallohu a’lam bisshowab.

Wassalamu’alaykum Warohmatullaahi Wabarokaatuh.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar